Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

28.8.12

Puasa Syawal Kesalahan dan Keutamaanya

Kesalahan Mendahulukan Puasa Syawal
Puasa Syawal Kesalahan dan Keutamaanya
Sebagian wanita salah dalam menyikapi puasa sunnah nan mulia yakni puasa Syawal. Mereka lebih semangat menyelesaikan puasa Syawal daripada menunaikan utang puasa mereka. Padahal puasa qadha’ adalah dzimmah (kewajiban) sedangkan puasa Syawal hanyalah amalan sunnah. Bagaimana sikap yang benar dalam menyikapi masalah ini?

Perlu diketahui bahwa tidak boleh mendahulukan  puasa Syawal sebelum meng-qadha’ puasa atau membayar utang puasa. Seharusnya yang dilakukan adalah puasa qadha’ dahulu lalu puasa Syawal. Karena jika kita mendahulukan puasa Syawal dari qadha’ sama saja dengan mendahulukan yang sunnah dari yang wajib. Ini tidaklah tepat. Lebih-lebih lagi yang melakukannya tidak mendapatkan keutamaan puasa 6 hari di bulan Syawal sebagaimana disebutkan dalam hadits,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh” (HR. Muslim no. 1164).

Untuk mendapatkan keutamaan puasa setahun penuh, puasa Ramadhan haruslah dirampungkan secara sempurna, baru diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal.

Selain itu, qadha’ puasa berkaitan dengan dzimmah (kewajiban), sedangkan puasa Syawal tidaklah demikian. Dan seseorang tidak mengetahui kapankah ia masih hidup dan akan mati. Oleh karena itu, wajib mendahulukan yang wajib dari yang sunnah. Sebagaimana dalam hadits qudsi juga disebutkan bahwa amalan wajib itu lebih utama dari yang sunnah

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ

“Tidaklah hambaku mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib hingga aku mencintainya” (HR. Bukhari no. 6502)

Sa’id bin Al Musayyib berkata mengenai puasa sepuluh hari (di bulan Dzulhijjah),

لاَ يَصْلُحُ حَتَّى يَبْدَأَ بِرَمَضَانَ

“Tidaklah layak melakukkannya sampai memulainya terlebih dahulu dengan mengqodho’ puasa Ramadhan.” (Diriwayatkan oleh Bukhari)

Adapun riwayat dari ‘Aisyah -radhiyallahu ‘anha- yang menyebutkan,

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ

“Aku dahulu masih punya utang puasa dan aku tidak mampu melunasinya selain pada bulan Sya’ban”(HR. Bukhari no. 1950).

Aisyah menunda qadha’ puasanya ini karena kesibukan beliau dalam mengurus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikatakan oleh Yahya dalam Shahih Bukhari.

Semoga Allah senantiasa memberi taufik.

(*) Keterangan di atas kami sarikan dari kitab “Ahkam Maa Ba’da Ash Shiyam”, hal. 168 karya Syaikh Muhammad bin Rasyid Al Ghafiliy.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

KEUTAMAAN PUASA SYAWAL


Puasa Syawal Kesalahan dan Keutamaanya

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim).

Imam Ahmad dan An-Nasa'i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallahu 'alaihi wasalllam bersabda:

"Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh." ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam "Shahih" mereka.)

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa berpuasa Ramadham lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. " (HR. Al-Bazzar) (Al Mundziri berkata: "Salah satu sanad yang befiau miliki adalah shahih.")

Pahala puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, karena setiap hasanah (tebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.

Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya :
  1. Puasa enam hari di buian Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.
  2. Puasa Syawal dan Sya'ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.
  3. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Ta'ala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: "Pahala'amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya." Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.
  4. Puasa Ramadhan -sebagaimana disebutkan di muka- dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya'ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah 'Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa. Oleh karena itu termasuk sebagian ungkapan rasa syukur seorang hamba atas pertolongan dan ampunan yang telah dianugerahkan kepadanya adalah dengan berpuasa setelah Ramadhan. Tetapi jika ia malah menggantinya dengan perbuatan maksiat maka ia termasuk kelompok orang yang membalas kenikmatan dengan kekufuran. Apabila ia berniat pada saat melakukan puasa untuk kembali melakukan maksiat lagi, maka puasanya tidak akan terkabul, ia bagaikan orang yang membangun sebuah bangunan megah lantas menghancurkannya kembali. Allah Ta'ala berfirman: "Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali "(An-Nahl: 92)
  5. Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup.
Orang yang setelah Ramadhan berpuasa bagaikan orang yang cepat-cepat kembali dari pelariannya, yakni orang yang baru lari dari peperangan fi sabilillah lantas kembali lagi. Sebab tidak sedikit manusia yang berbahagia dengan berlalunya Ramadhan sebab mereka merasa berat, jenuh dan lama berpuasa Ramadhan.

Barangsiapa merasa demikian maka sulit baginya untuk bersegera kembali melaksanakan puasa, padahal orang yang bersegera kembali melaksanakan puasa setelah 'Idul Fitri merupakan bukti kecintaannya terhadap ibadah puasa, ia tidak merasa bosam dan berat apalagi benci.

Seorang Ulama salaf ditanya tentang kaum yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya pada bulan Ramadhan tetapi jika Ramadhan berlalu mereka tidak bersungguh-sungguh lagi, beliau berkomentar:

"Seburuk-buruk kaum adalah yang tidak mengenal Allah secara benar kecuali di bulan Ramadhan saja, padahal orang shalih adalah yang beribadah dengan sungguh-sunggguh di sepanjang tahun."

Oleh karena itu sebaiknya orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan hutangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, dengan demikian ia telah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal.

Ketahuilah, amal perbuatan seorang mukmin itu tidak ada batasnya hingga maut menjemputnya. Allah Ta'ala berfirman :

"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal) " (Al-Hijr: 99)

Dan perlu diingat pula bahwa shalat-shalat dan puasa sunnah serta sedekah yang dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala pada bulan Ramadhan adalah disyari'atkan sepanjang tahun, karena hal itu mengandung berbagai macam manfaat, di antaranya; ia sebagai pelengkap dari kekurangan yang terdapat pada fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Allah kepada hamba-Nya, sebab terkabulnya doa, demikian pula sebagai sebab dihapusnya dosa dan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan ditinggikannya kedudukan.

Hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan, shalawat dan salam semoga tercurahkan selalu ke haribaan Nabi, segenap keluarga dan sahabatnya.

Puasa Syawal 6 Hari Terbukti Menyehatkan


Puasa Syawal Kesalahan dan Keutamaanya

Setelah 1 bulan berpuasa wajib di bulan Ramadhan, maka di bulan Syawal umat muslim disunnahkan berpuasa 6 hari. Ternyata hal ini tak semata-mata berpahala jika dikerjakan, namun menurut ahli gizi, puasa Syawal terbukti menyehatkan.

Fungsi puasa Syawal adalah meredam shock atau kaget pada sistem pencernaan yang sebelumnya mengalami perubahan pola makan. Setelah sebulan berpuasa, maka pencernaan idealnya menyesuaikan diri selama 3 hari hingga 1 minggu sebelum harus bekerja kembali secara normal.

Hal ini seperti diungkap Prof. Dr Hardinsyah, ahli gizi Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam situs detikhealth;

“Sampai hari ketiga setelah lebaran, sebaiknya pilih makanan yang lembut-lembut. Tubuh perlu adaptasi di masa peralihan,”

Pun, jumlah asupan makanan idealnya tak langsung banyak, melainkan bertahap. Sedikit-demi sedikit porsinya.

Dengan menjalankan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal, maka perubahan pola makan yang sudah satu bulan sebelumnya, tak mendadak terjadi. Sehingga proses pencernaan dapat mengalami penyesuaian terlebih dahulu.

Dapat dikatakan bahwa puasa Syawal adalah masa transisi bagi pencernaan, sebelum kembali bekerja secara normal. Hikmah lainnya, tentu saja pahala Anda akan bertambah, yaitu seperti berpuasa selama setahun penuh, demikian dalam sebuah hadist.

Puasa Syawal Kesalahan dan Keutamaanya
error
nomina: error, mistake, fault, wrong, guilt, blame, failure, offense, bug, tort, crime, culpability, oversight, gaffe, misstep, goof, sin, confusion, miscarriage, stumble, failing, trespass, fallibility, false step, slip-up, mistakenness, misdoing, gaff, trip, hole, rap, fallaciousness, flub, clam, floater, lapsus

22.8.12

Kumpulan Logo Bismilah

Daripada banyak cincong langsung aja ya berikut Kumpulan Logo Bismilah :

Kumpulan Logo Bismilah

Kumpulan Logo Bismilah

Kumpulan Logo Bismilah

Kumpulan Logo Bismilah

Kumpulan Logo Bismilah

Kumpulan Logo Bismilah
 
Kumpulan Logo Bismilah

Kumpulan Logo Bismilah

Kumpulan Logo Bismilah

Kumpulan Logo Bismilah

Kumpulan Logo Bismilah



21.8.12

Perjalanan Mudik Menjadi Strong

 Perjalanan Mudik Menjadi Strong

Perjalanan Mudik Menjadi Strong, Dengan kondisi kelelahan selama di perjalanan mudik menuju kampung halaman, tak jarang orang malah mengalami sakit di Hari Raya. Untuk itu, ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan agar tetap sehat selama perjalanan mudik.



Perjalanan Mudik Menjadi Strong

Perjalanan Mudik Menjadi Strong

Perjalanan Mudik Menjadi Strong

Perjalanan Mudik Menjadi Strong

Perjalanan Mudik Menjadi Strong

Perjalanan Mudik Menjadi Strong

“Saat mudik Anda bertemu dengan banyak orang, ada yang sehat ada yang sakit. Ditambah dengan menempuh perjalanan jauh sehingga kurang tidur. Akibatnya daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit,” jelas dr. T. Bahdar Johan, SpPD, ahli penyakit dalam RS Premiere Bintaro.

Untuk itu, ada beberapa tips yang diberikan dokter agar tetap sehat selama perjalanan mudik, antara lain:

1. Jaga daya tahan tubuh
“Misal Anda mau mudik jauh yang harus ditempuh selama 36 jam, ya sebelumnya jangan begadang. Kurang tidur sangat mungkin menurunkan daya tahan tubuh ketimbang makanan,” jelas dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ini.

2. Pakai masker
Pemudik tidak akan tahu siapa saja yang akan ia temui selama di perjalanan mudik. Ada orang yang sehat, ada pula yang sakit. Untuk itu, sebagai upaya pencegahan sebaiknya gunakan masker selama di perjalanan. Selain itu, bila Anda yang sakit maka Anda juga tidak menyebarkan penyakit untuk orang lain.

3. Cuci tangan pakai sabun sesering mungkin
“Kalau ada tempat pemberhentian, walaupun Anda tidak mau makan sebaiknya tetap mencuci tangan pakai sabun. Ini akan menghindari Anda dari penyakit karena menghilangkan kuman dari tangan,” lanjut dr Bahdar.

4. Jangan menahan pipis

Hal ini terutama berlaku untuk wanita karena radang kantung kencing lebih mudah dan lebih cepat terjadi. Menurut dr Bahdar, radang kantong kencing lebih rentan karena wanita memiliki uretra yang lebih pendek ketimbang pria, lebih lebar dan lurus. Kondisi ini memudahkan kuman untuk menginfeksi.

5. Perhatikan kebersihan tempat makan
“Jika Anda lihat di meja makanannya banyak kecoa kecil-kecil, maka jangan makan disitu. Kalau di meja makannya saja banyak kecoa bagaimana di dapurnya,” tanda dr Bahdar.

Hal tersebut diamini oleh dr. R. Fera Ibrahim, MSc, PhD, SpMK, ahli mikrobiologi dari FKUI.

“Selektiflah memilih tempat makan. Pilih makanan yang matang, yang panas kalau bisa. Minum juga penting memilih yang pakai botol karena kalau yang diracik belum tentu bersih, belum lagi es batunya,” saran dr Fera.

6. Cari tahu kondisi daerah yang akan dikunjungi
“Ada baiknya mencari tahu kondisi daerah-daerah yang akan kita kunjungi. Bisa jadi ada penyakit yang endemik di daerah tersebut, seperti malaria. Bila Anda tahu kan bisa dipersiapkan pencegahannya atau membawa obat-obatan,” tutup dr Fera.

Perjalanan Mudik Menjadi Strong

15.8.12

Resep Rahasia Ketupat Lebaran Enak Dan Legit

Resep Rahasia Ketupat Lebaran Enak Dan Legit

Setelah kemarin saya sharing tentang membuat kupat lebaran secara Step By Step membuat ketupat,  sekarang saya akan sharing Resep Rahasia Ketupat Lebaran Enak Dan Legit, Resep ketupat lebaran agar ketupatnya enak, legit, padat, tahan lama. Berikut tips dan trik bikin ketupat dan lontong, cara masak ketupat yg pasti berhasil. Ini adalah rangkuman sharing teman2 di milis. Moga bermanfaat.

Tips-nya adalah sbb:

  • Beras yang digunakan adalah beras yang menghasilkan nasi pulen. Rendam beras beberapa saat (kira2 30 menit), lalu isi ke dalam sarung ketupat sampai 3/4 penuh.
  • Untuk menghemat waktu, masukkan calon ketupat ke dalam panci yang sudah berisi air mendidih. Kalau calon ketupat direndam sejak airnya dingin, waktu yang diperlukan untuk merebus bisa mencapai 3 jam, tapi dengan cara ini cukup 1,5 atau 2 jam saja (tergantung banyaknya ketupat). Catatan: ketupat harus terendam di dalam air. Sekali2 tambahkan air mendidih bila air di panci sudah berkurang.
  • Begitu diangkat dari rebusan, segera guyur ketupat dengan air bersih yang dingin (langsung di bawah keran air) untuk menghilangkan sisa2 air rebusan, lalu gantung dan ‘angin2kan’ sampai dingin. Sisa2 air rebusan ini yang biasanya bikin ketupat cepat basi.

Tips lainnya :
Pertama saya mencuci berasnya dengan air kapur sirih, kemudian dibilas sampai bersih, ditaburi sedikit garam lalu diaduk rata. Kemudian diisikan setengah penuh ke cangkang ketupat/ lontong seperti pada umumnya. Tujuan di cuci dengan air kapur sirih ini menurut Ibunda, agar ketupat/ lontongnya gempi/kenyal.
Untuk membuat lontong, tipsnya pada waktu membuat cangkang lontong, sisi daun yang berwarna hijau diletakkan di sebelah dalam, ini agar warna lontong waktu di iris cantik hijau muda. Untuk merebusnya, pada dasar panci besar untuk merebus tadi, saya meletakkan berlembar-lembar daun pandan, agar ketupat/lontong berbau

wangi pandan dan tidak gosong untuk ketupat yang berada paling bawah. Lama merebus, 6 jam dengan api kecil, dalam kondisi air selalu berada pada titik didih, serta ketupat/lontong selalu terendam air mendidih.
Kemudian angkat dan tiriskan/gantung. Ketupat/lontong akan berbau wangi, diiris hijau cantik, gempi/kenyal, dan rasanya gurih. Demikian semoga berguna.

Tips dari teman lain :
Isi ketupat kurang lebih setengah dari sarangnya(kelontongan ketupat), cara memasak rebus dengan air mendidih sampai semua tenggelam, dan jika air mulai habis ditambah lagi dengan air panas.
Kemudian ketupat diangkat untuk narik talinya supaya kenceng agar ketupatnya tidak merekah selanjudnya rebus kembali dengan air mendidih yang baru. Jadi direbus dua kali.
Memasak menggunakan arang atau tidak tidak ada pengaruhnya.

Ketupat:

  • Siapakan kulit ketupat dengan ukuran yang sama agar matangnya bersamaan. Cuci bersih kulit ketupat dan tiriskan.
  • Cuci bersih beras pulen (seperti rojolele, pandan wangi, mentik spesial) lalu rendam dalam air dingin selama 1 jam. Jika suka bisa ditambahkan sedikit air kapur sirih. Tiriskan.
  • Isi kulit ketupat dengan beras hingga 2/3 bagian kulitnye terisi beras.
  • Susun ketupat di dalam panci tinggi dan besar. Tuangi air panas lalu masak selama 2-3 jam hingga ketupat padat. Jika air berkurang tambahkan air panas secukupnya.
  • Angkat ketupat dan tiriskan lalu gantung di tempat yang berangin hingga ketupat dingin
Lontong :

  • Untuk membuat lontong pertama siapkan daun pisang batu yang tidak terlalu tua. Lap hingga bersih dan kering. Potong-potong berukuran sekitar 30x20cm.
  • Cuci bersih beras pulen (seperti rojolele, pandan wangi, mentik spesial) lalu rendam dalam air dingin selama 1 jam. Jika suka bisa ditambahkan sedikit air kapur sirih. Tiriskan.
  • Siapkan lidi untuk menyemat, bisa dibuat dari lidi daun kelapa.
  • Gulung 2 lembar daun pisang dengan bagian hijau menghadap ke dalam sehingga menyerupai silinder. (Ini supaya lontong berwarna hijau). Semat salah satu ujungnya dengan lidi.
  • Isi contong/gulungan daun pisang dengan beras hingga sekitar ½ tinggi gulungan lalu semat ujung yang satu dengan lidi.
  • Susun lontong di dalam panci tinggi dengan posisi berdiri.
  • Tuangi air hingga lontong terendam, Bisa ditambahkan potongan daun pandan dalam air rebusannya.
  • Masak dengan api sedang selama 2 jam, jika air berkurang tambahkan air panas. Masak terus sampai lontong padat dan kenyal.
  • Angkat lontong, tiriskan dalam posisi berdiri dan angin-anginkan hingga dingin

Jika ingin cara lebih praktis bisa mengikuti langkah berikut ini :

  • Masak beras yang sudah direndam dengan air secukupnya hingga menjadi aronan (nasi setengah masak). Banyaknya air sekitar 2 cm dari permukaan beras.
  • Bungkus tiap 3-4 sdm aronan beras dengan daun pisang hingga berbentuk silinder lalu semat kedua sisinya dengan lidi.
  • Selanjutnya masak lontong seperti biasa di dalam panci tinggi hingga matang sekitar 1 jam.
  • Jika ada bisa dipakai panci bertekanan atau pressure cooker. Masukkan lontong dalam panci ini dan beri air hingga terendam.
  • Masak lontong selama 30 menit, dihitung sejak panci berdesis.

Hari Gini Gak Bisa Buat Ketupat ? Step By Step Membuat Ketupat Lebaran

Hari Gini Gak Bisa Buat Ketupat ? Step By Step Membuat Ketupat Lebaran, sungguh memalukan kalo sampai hari ini masih ada yang belum bisa membuat ketupat lebaran, makanan khas lebaran ini dibuat dari daun kelapa muda atau sering di sebut Janur.

Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa (janur) yang masih muda. Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa.

Makanan khas yang menggunakan ketupat, antara lain kupat tahu (Sunda), Grabag (kabupaten Magelang), kupat glabet (Kota Tegal), coto makassar (dari Makassar, ketupat dinamakan burasa), lotek, serta gado-gado (seringkali diganti dengan lontong). Ketupat juga dapat dihidangkan menyertai sate, meskipun lontong lebih umum. Selain di Indonesia, ketupat juga dijumpai di Malaysia, Brunei, dan Singapura. Di Filipina juga dijumpai puso yang mirip ketupat namun dengan pola anyaman berbeda.

Ada dua bentuk utama ketupat yaitu kepal (lebih umum) dan jajaran genjang. Masing-masing bentuk memiliki alur anyaman yang berbeda. Untuk membuat ketupat perlu dipilih janur yang berkualitas yaitu yang panjang, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

Di antara beberapa kalangan di pulau Jawa, ketupat sering digantung di atas pintu masuk rumah sebagai semacam jimat. Masyarakat di daerah tersebut masih memegang tradisi untuk tidak membuat ketupat di hari biasa, sehingga ketupat hanya disajikan sewaktu lebaran dan hingga sepekan sesudahnya. Bahkan ada beberapa daerah di pulau Jawa yang hanya menyajikan ketupat di hari ketujuh sesudah lebaran saja atau biasa disebut dengan Hari Raya Ketupat. Di pulau Bali, ketupat (di sana disebut kipat) sering dipersembahkan sebagai sesajian upacara.

Bagi yang belum bisa membuat ketupat lebaran jangan kecil hati, mari kita belajar bersama membuat ketupat lebaran, step by step langkah dan tutorial nya saya buat di sini langsung, di perhatikan loh yah :)